Setelah putus masih temenan? Yes or No?

By | April 18, 2017
unsplash.comunsplash.com

“Kayaknya kita lebih baik putus.”

“Yaudah, kalo itu mau kamu.”

“Tapi kita tetep temenan, kan?”

Kira-kira begitu akhir percakapan saat pasangan akhirnya putus. Dan tak jarang setelah hubungan cinta berakhir, ‘persahabatan’ dimulai kembali. Alasannya bisa jadi karena masih peduli satu sama lain tapi tidak mau terikat komitmen hubungan cinta.

Dalam ‘persahabatan’ ini keduanya masih bisa jalan bareng, nonton di bioskop bersama, atau kegiatan bersama lainnya. Jika butuh teman mengobrol, tinggal telpon. Hubungan ini cenderung jadi hubungan yang ‘datang saat butuh saja’. Tidak boleh cemburu saat salah satunya dekat dengan orang lain. Intinya, hubungan ini jadi hubungan yang ‘nanggung’.

unsplash.com

Filsuf asal Inggris, Alain de Botton mengatakan hubungan ‘persahabatan’ setelah putus jarang sekali berhasil. “Kita ingin menjadi orang yang dianggap baik termasuk selalu berusaha menjadi teman untuk setiap mantan,” jelas Alain. Tapi sebenarnya ‘persahabatan’ ini justru akan bikin makin sakit hari terutama buat yang ‘diputusin’. Jadi teman mantan itu justru semacam penghinaan sebenarnya. Bahkan mungkin bukannya nyaman tapi malah lebih tersakiti. Karena kadang kondisinya jelas, yang satu ingin ‘balikan’ sedangkan yang satu lagi ‘tidak ingin balikan’.

Alain de Botton mengatakan ‘persahabatan’ tidak bisa menggantikan cinta. Yang paling tepat dilakukan setelah putus adalah menjaga jarak. Dengan begitu, akan ada ruang untuk menenangkan diri dan beristirahat dari memori-memori indah hubungan yang ‘menyiksa’.

Artikel asli >

Minta Like dan share nya dong !

Minta komentar kamu dong !