Bunuh teroris, Densus 88 dikecam oleh Komnas HAM

By | April 11, 2017

Jakarta – Menanggapi aksi penembakan terhadap enam terduga teroris di Tuban, Jawa Timur, Komisi Nasional (Komnas) HAM ikut angkat bicara. Menurut mereka aksi penembakan yang dilakukan oleh anggota Densus 88 tersebut telah menyimpang dari asas hak asasi manusia.

“Densus 88 Polri cenderung sudah menerapkan konsep strategi ‘perang’ dengan cara pembunuhan dan pembantaian terhadap terduga teroris dan bukan langkah preventif yang sejatinya melumpuhkan,” kata komisioner Komnas HAM, Maneger Nasution dalam keterangan tertulis yang diterima Kriminalitas.com, Minggu (9/4/2017).

Berdasarkan argumen tersebut, Komnas HAM pun secara resmi merilis sikap tegas, yaitu mengecam keras penindakan aparat kepolisian dalam menangani tindakan terorisme di Indonesia.

Selain menyatakan sikap, Maneger juga menduga ada pelanggaran undang-undang yang dilakukan oleh anggota Densus 88 dalam Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 8 Tahun 2009 tentang Implementasi Prinsip dan Standar HAM dalam Penyelenggaraan Tugas Kepolisian Negara Republik Indonesia.

“Penembakan terhadap enan orang terduga teroris di Tuban, Jawa Timur oleh Densus 88 Polri diduga tidak berbasis HAM dan bertentangan dengan prinsip-prinsip HAM,” lanjutnya.

Meski melihat adanya penyimpangan, Komnas HAM tak serta-merta angkat tangan. Berbagai upaya diakuinya telah dilakukan termasuk berkoordinasi dengan aparat penegak hukum yang hingga saat ini seakan dipandang sebelah mata.

Maneger mengatakan, Advokasi Komnas HAM bersama masyarakat sipil (Muhammadiyah) seolah tak mampu sedikitpun mengubah pola pikir dan pola laku Densus 88 Polri dalam menanggulangi terorisme.

“Sampai kapan? Berapa nyawa lagi? Apakah akan terus terjadi penembakan terhadap kelompok tertentu dengan dalil terduga teroris sesuai skenario sutradaranya?” pungkasnya.

Sumber: kriminalitas.com

Minta Like dan share nya dong !

Minta komentar kamu dong !